Langsung ke konten utama

Great Leader: Kunci Sukses Dari Teamwork

Photo: www.pexel.com (re-author)


Menjadi seorang pemimpin sebuah tim tidaklah sebuah perkara mudah yang bisa dianggap enteng, beban yang sangat besar dan tantangan hebat menantinya didepan sana. 

Tidak semua orang bisa memimpin anggotanya untuk mencapai tujuan tertentu, karena tidak semua orang yang memiliki dan tahu sifat kepemimpinan tersebut. Sifat tersebut tidak diperoleh dengan mudah begitu saja, namun bisa dilatih dengan mengembangkan teori - teori yang ada. Karena kesuksesan timmu tergantung bagaimana seorang pemimpin bertindak, berikut ini karakter dan hal yang harus disadari seorang pemimpin:

Jujur dan Adil
Ini merupakan sikap sederhana yang diimpikan dari seorang pemimpin, terbuka kepada anggotanya dan orang lain. Hindarilah membentuk kubu - kubu dalam teamwork yang kamu pimpin, kuncinya adalah ingat bahwa kamu adalah pemimpin tertinggi dalam lingkungan tersebut dan bersikap adillah dan jujur kepada nggota timmu. Seorang pemimpin tidak akan memiliki tujuan yang berbeda dengan timnya oleh karena itu pemimpin harus bersikap adil terhadap semua rekan kerjanya, posisikan diri anda pada orang diri orang yang anda pimpin sebelum anda memberikan komando tertentu.

Tegas dan Disiplin

"Kamu boleh dengarkan apa yang anggota tim-mu katakan, tapi tidak satupun dari apa yang mereka katakan harus kamu lakukan. Kamu adalah pemimpin tertinggi dalam tim-mu dan kamu tahu apa yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuanmu" - Adbi Pratama

Memiliki komitmen kuat dan selalu tepat waktu terhadap suatu hal yang dikomandonya. Seharusnya seorang pemimpin harus tergas dan tidak mudah dipatahkan argumennya dan teguh pendirian tidak mudah dogoyahkan hanya karena hembusan angin laut saja. Selain itu kamu juga harus tepat waktu, tidak mudah untuk mengembalikan waktu yang sudah kamu buang sia - sia hanya untuk mendengarkan pendapat orang lain dan kamu sendiri tidak bisa teguh dengan apa yang kamu tegaskan.

Punya Wawasan dan Paham Masalah
Menjadi pimpinan sebuah tim kerja tentunya kamu tahu apa tujan dari kepemimpinan yang kamu pegang, tidak mungkin kamu memimpin kerja juru masak sebuah restoran yang sedangkan kamu sendiri tidak paham dan ahli dalam bidang tersebut. Kamu seharusnya paham dengan keadaan yang kamu pimpin, kamu mengerti semua yang dilakukan oleh tim kerjamu. Kamu tidak hanya sekedar memerintah mereka dengan komando - komando yang kamu berikan tanpa tahu apa yang tim-mu kerjakan.


Membagi Tugas Dengan Tepat
Kamu tidak bisa memberikan perintah dan batas tenggang kepada tim kerja yang kamu pimpin sesuka hatimu. Ingat, perlakukan tim yang kamu pimpin seperti dirimu sendiri. Kamu tidak mungkin memerintahkan seorang dokter untuk memasak sebuah hidangan lezat untuk sebuah acara kenegaraan, tapi kamu sebagai pemimpin harusnya tahu kemampuan yang dimiliki oleh anggota kerjamu bukan memaksa mereka untuk mengerjakan kehendakmu.


Berfikir Kreatif
Seorang pemimpin seharusnya lebih tahu apa yang dia butuhkan untuk mewujudkan tujuannya dari pada rekan tim kerja yang kamu pimpin. Kamu lebih tahu apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan sehingga kamu tidak perlu dengan komentar oranglain yang menurut mereka lebih baik untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan karena kamu adalah pemimpin yang lebih tau apa yang terbaik untuk tim kalian. Pemimpin tidak hanya berkata "iya, terserah anda yang penting bagus" dalam menjawab semua pertannyaan tim kerja yang kamu pimpin. Tapi, kamu harus lebih bisa berfikir diatas tim kerja yang kamu pimpin.


Kamu Hebat tapi Tim-mu Jauh Lebih Hebat

"Ketika kamu sudah berdiri dipuncak tertinggi, lihatlah kebawah! kamu memulainya dari tempat tersebut" - Adbi Pratama

Ketika pencapaian tujuan kamu telah terwujud, jangan berkata dan merasa bahwa kamu hebat dan jangan terlalu larut dalam pujian atas hasil kerja-mu. Ingatlah, tanpa tim kerja-mu, kamu tidak ada apa - apanya kesuksesan tersebut adalah hasil kerja keras tim mu bukan kamu sendiri. Ketika kamu sudah berada diatas lihatlah tim-mu yang ada dibawah, katakan "Terimakasih, Kalian Semua Hebat dan Luar Biasa" semuanya itu kerjakeras kalian bukan kamu sendiri. Jangan angkuh karena tujuanmu sebagai pemimpin sudah terwujud dan larut dalam pujian disekitarmu.


Postingan populer dari blog ini

Lokasi, Anggaran, Konsep dan Persiapan Teknis - Membangun Rumah Tanpa Arsitek 001

Membangun rumah Hunian beberapa tahun ini bukan sebuah perkara mudah, selain sulitnya mencari lokasi yang strategis dan cocok, juga dibenturkan oleh biaya bahan baku dan ongkos tukang yang sudah mulai meroket. Semakin lama, tampaknya Hunian vertikal akan semakin diminati oleh kaum Millennial dikarenakan banyaknya biaya yang diperlukan ketika membangun Hunian tapak dibandingkan dengan tinggal di apartemen dan sejenisnya. Lokasi Strategis Pada tahun 2015 orang tuaku membeli tanah yang cukup strategis, Meskipun lokasinya sedikit jauh dibandingkan dengan rumah dinas yang sudah aku tempati bersama keluargaku sejak tahun 2000. Tanah ini memiliki luas kurang lebih 60 m² dengan dua bangunan permanen (rumah tua dan kontrakan 2 pintu) di atasnya dan dijual dengan harga sekitar Rp.120jt, harga ini bisa dibilang jauh dibawa harga pasar karena lokasi tersebut merupakan area dalam kelurahan yang penduduknya sudah cukup banyak dan padat. Hal pertama dan paling penting yang harus dilakukan k...

Mendefinisikan Makna Shabat dan Teman

Photo: www.pexel.com Sudah menjadi kodratnya manusia diciptakan saling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial kita memiliki ketergantungan terhadap orang lain. Secara umum teman adalah orang yang tidak terlalu dekat dengan kita, namun pernah kenal satu sama lain. Sedangkan sahabat adalah bentuk tertinggi sebuah hubungan pertemanan.  Sejatinya, mencari teman itu lebih mudah ketimbang mencari sahabat. Teman itu tanpa batas, sedangkan shabat itu sangat terbatas dan susah untuk dicari.   “Permisalan teman yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya, dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu, dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” - H.R. Al-Bukhari dan Muslim Bagaimana seharusnya kita meny...

Waktu-Pun Tak Mampu Mendewasakan Kita

Photo: www.pexel.com Dewasa itu tidak bisa ditentukan dengan usia. Memang sebenarnya usia juga merupakan faktor penentu kedewasaan, memang tidak salah, tapi faktanya masih banyak orang yang berumur tapi belum dewasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dewasa berarti mengarah kepada keadaan seseorang yang sudah mengalami akil baligh (bukan kanak-kanak atau remaja) dan telah mengalami perubahan dalam cara pandang, pemikiran, dan sebagainya. Sedangkan menurut ilmu psikologi, dewasa adalah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun.   Untuk menjadi pribadi yang dewasa dan meninggalkan sifat kekanak - kanakan bukanlah perkara mudah. Sekuat apapun kita berusaha untuk menjadi dewasa belum tentu kita bisa membentuk pribadi dewasa sebenarnya. Pengalaman hidup yang pahit dan manis biasanya lebih besar perannya dalam pembentukan karakter dewasa. Karena dewasa bukan tentang umur...